Wisata

Wisata Pulau Weh, Akomodasi dan Penginapan di Sabang

Benso.id – Pulau Weh, Pulau yang memiliki kemudahan akses melalui Banda Aceh dari berbagai kota besar di Indonesia ini menawarkan taman bermain yang seru bagi para penyelam selama akhir pekan panjang. Pulau Weh  di utara Banda Aceh hanya berjarak 50 menit naik kapal cepat.

Pulau ini dikelilingi pantai-pantai yang indah, seperti Pantai Iboh dan Pulau Rubiah yang telah dikenal sebagai tempat snorkeling dan scuba diving.

Kebanyakan karang di sekitar Weh masih dalam keadaan sehat dan tidak terkena dampak tsunami. Di sela-sela jadwal menyelam, sempatkan berpose di Titik Nol Kilometer dan mencicipi berbagai macam masakan Aceh dari beberapa ragam budaya dan telah menyumbang banyak ikon kuliner  Indonesia.

Pantai Gapang menawarkan spot menyelam malam yang menarik, dan sering kali di gunakan untuk kursus menyelam tingkat pemula karena dangkal dan minim arus.

How to Get There

Anda dapat menuju ke Banda Aceh melalui Jakarta dan Medan. Bila ingin menyeberang ke pulau Weh dari bandara anda dapat naik taksi ke Pelabuhan Ulee Lhee selama 45 menit, dengan argo berkisaran antara Rp.100.000-150.000. Taksi di Aceh tidak ber argo resmi sehingga sebelum naik harus bernego harga dulu.

Bila ingin menghabiskan banyak waktu di Weh, Anda dapat mengambil penerbangan paling pagi yang langsung ke banda Aceh (tanpa transit di Medan) kemudian menyewa mobil untuk keliling Banda Aceh dan makan siang sebelum kemudian menyeberang dengan kapal cepat pada sore hari.

Jadwal Kapal

Banda Aceh (Pelabuhan Ulee Lhee  – Weh (Pelabuhan Balohan Sabang) :

  • Kapal Cepat Pulo Rondo berangkat pukul 9.30 WIB dan tiba pukul 10.15 WIB, beroperasi setiap hari dengan harga Rp.60.000-85.000 (bergantung kelas)
  • Kapal Cepat Express Bahari berangkat pukul 16.00 WIB dan tiba pukul 16.45 WIB, beroperasi setiap hari dengan harga Rp.55.000-85.000 (bergantung kelas)
  • Kapal Ferry KMP BRR berangkat pukul 14.00 (Senin, Selasa, Kamis, Jumat) dan pukul 10.30 WIB dan 16.30 WIB (Rabu, Sabtu, Minggu). Perjalanan di tempuh selama dua jam dengan kisaran harga Rp.11.500-36.500 (bergantung kelas).

Tips:

Dari Pelabuhan Balohan di selatan Pulau Weh, turis biasanya menuju penginapan di Iboh, Gapang atau Sabang di Utara Pulau. Kecuali hotel yang sudah di pesan menyediakan mobil jemputan, di pelabuhan terdapat angkot (seperti mikrolet) untuk mengantar penumpang ke berbagai tempat di Weh.

Jarak antara Pelabuhan dengan Iboh, Gapang dan Sabang cukup jauh, dan satu-satunya transportasi umum yang tersedia adalah mikrolet yang dapat di carter (Rp.150.000-200.000) ataupun dikenakan harga per orang (Rp.50.000)

Weh (Pelabuhan Balohan Saabang) – Banda Aceh (Pelabuhan Ulee Lhee) :

  • Kapal Cepat Pulo Rondo berangkat pukul 16.00 WIB dan tiba pukul 16.45 WIB setiap hari dengan harga Rp.60.000-85.000 (bergantung kelas)
  • Kapal Cepat Express Bahari berangkat pukul 08.00  WIB dan tiba pukul 08.45 (setiap hari) harga Rp.55.000-85.000 (bergantung kelas)
  • Kapal Ferry KMP BRR pukul 08.00  WIB (Senin, Selasa, Kamis, Jumat) pukul 08.00 dan 14.00 WIB (Rabu, Sabrtu, Minggu). Perjalanan ditempuh dalam waktu dua jam. Kisaran harga Rp.11.500-36.500 (bergantung kelas).

Tips:

Untuk menghindari antrean, pesan lah tiket terlebih dahulu melalui telepon, sehingga setibanya di pelabuhan – 30 menit sebelum keberangkatan, anda tinggal membayar pesanan tanpa harus antri. Anda dapat menghubungi Kapal Cepat Express Bahari di 082169670643 atau 085260580996 dan Kapal Cepat Pulo Rondo (0651)749194.

Where to Stay

Dive resort atau akomodasi yang mengkususkan diri bagi tamu yang ingin menyelam semakin banyak bermunculan di Pulau Weh, dan berikut yang direkomendasikan:

The Pade Dive Resort

Dengan 11 kamar yang menghadap ke pantai maupun taman dengan Wi-Fi, akomodasi terbaru du Gamong Iboh ini juga dilengkapi DVD Player dan shower air panas maupun dingin.

Paket menginap disini biasanya termasuk makan tiga kali sehari (mulai 2.350.000 untuk tiga hari dua malam), dan bagi penyelam tersedia paket menyelam. Akomodasi berikut makan tiga kali sehari mulai dari Rp.3.350.000 untuk tiga hari dua malam serta tiga kali menyelam.

Lumba-Lumba Cottage

Akomodasi di miliki oleh lumba-lumba  Diving Center di Pantai Gapang. Operator yang telah lebih dari 20 tahun beroperasi ini merupakan operator menyelam tersibuk di Pulau Weh sejak beberapa tahun yang lalu, dan operator ini juga menawarkan cottage nyaman yang ramah lingkungan, maupun pilihan kamar bujet.

Tak seperti dive resort lain, Lumba-lumba tidak menyediakan makanan bagi  para tamunya. Meski begitu, di sekitar Pantai Gapang berderet warung makan yang menyediakan aneka masakan Indonesia dan Internasional.  (www.lumbalumba.com, 0652-331133, 0811682787)

Pulau Weh Resort

Resort milik Perusahaan Malaysia yang letaknya menghadapat situs menyelam terkenal Batee Tokoh dan Shark Plateu tak jauh dari Pantai Iboh ini tarifnya mulai USD154, yang dapat dibayar dengan rupiah sesuai kurs yang berlaku pada hari pembayaran dengan kamar terbagi menjadi tipe Chalet Sea View dan Chalet Garden View.

Menyediakan layanan menyelam di berbagai tempat menyelam terkenal di Weh dan sekitarnya, harga per selam mulai USD36, dengan harga yang semakin murah bila melakukan lebih dari satu kali penyelaman. (www.pulauwehresort.com)

Bila ingin memesan layanan menyelam anda bisa melakukannya on the spot. Namun, ada baiknya bila datang satu hari sebelum untuk mengetahui jadwal penyelam yang fix setiap harinya, dengan peserta yang ingin ikut di jadwal tersebut harus mendaftar satu jam sebelumnya agar para kru dapat mempersiapkan alat yang dibutuhkan.

Rubiah Tirta Divers

Bermula dari sebuah diving club untuk penyelam komersial, kemudian didirikanlah operator menyelam untuk mempromosikan Weh sebagai tujuan wisata dan menyelam pada tahun 1989.

Menawarkan harga €20 per dive, yang dapat di bayarkan dalam rupiah sesuai kurs yang berlaku pada hari itu, dan €180 untuk 10 dive, operator yang berlokasi di Pantai Iboh ini tidak memiliki akomodasi. Para tamu yang ingin menyelam dengan Rubiah Tirta dapat memilih berbagai penginapan yang ada disekitar Iboh, seperti.

1.Iboh Inn

Bungalow kayu yang sederhana di Pantai Iboh ini disukai banyak turis karena layanan yang ramah dan pemilik yang menyambut setiap tamu bagai keluarga sendiri dengan tarif kamar mulai daro (Rp.300.000 per malam. (www.ibohinn.com)

2.Yulia’s Bungalow

Bungalow kayu yang sederhana ini hanya dilengkapi kipas angin (tanpa AC maupun fasilitas Wi-Fi), tapi ketika membuka pintu kamar, pemandangan yang terhampar di depan mata adalah perairan kehijauan yang memanggil-manggil untuk direnangi. Harga kamar mulai Rp. 250.000 per malam.

3.Fina Bungalow

Bungalow di tepi pantai ini tarifnya mulai Rp.200.000 per malam. Untuk pemesanan hubungi 085262111366.

Where to Dive

Ada belasan tempat menyelam di sekitar Pulau Weh, inilah yang paling direkomendasikan :

Bate Dua Gapang dan Gapang House Reff

Terletak di depan dive center Lumba-Lumba di Pantai Gapang, area dan dangkal berdasarkan pasir dengan pecahan karang ini merupakan tempat hidup razarfish, blue spotted stingray, ornate ghost pipefish, leaf scorpionfish dan beberapa spesies moray eel, serta nudibranch, kuda laut dan kepiting.

Lumba-lumba Dive Center menjadikan tempat ini sebagai situs untuk melakukan night dive dan pelatihan menyelam bagi murid-muridnya. Disebelah timur Pantai Gapang sekitar 30 meter dari pantai, terdapat dua batu (bate gla dalam bahasa stempat), tempat hiu karang, eagle ray dan  kadang penyu yang bersembunyi, Moray eel juga banyak terlihat di sini.

Apa Serunya Night Dive?

Penyelam yang dilakukan malam hari dengan bantuan senter khusus untuk di bawah air ini memang tidak semua orang. Penyelam yang sudah mengantongi sertifikat selam pemuda dan yang sudah mulai nyaman di dalam air dapat mencicipi pengalaman night dive ini dengan ditemani oleh seorang instruktur.

Bila baru pertama kali melakukan night dive, supaya tidak kaget dengan kegelapan, usahakan masuk ke air menjelang matahari terbenam sehingga masih ada sisa cahaya, dan ketika hari telah benar-benar gelap, penyelam sudah beradaptasi dengan cahaya minim dai dalam air.

Walau jarak pandang hanya sebatas cahaya senter, namun penyelam malam sangatlah menyenangkan terutama bagi penyelam yang hobi memotret di dalam air.

Ini tak hanya pada malam hari hewan sudah tidak terlalu aktif sehingga lebih mudah didekati, tapi juga karena ada binatang-binatang yang pada siang hari tidak terlihat, akan menampakkan diri pada malam hari.

Arus Balee

Ini adalah area sempit di sekitar puncak gunung batu di antar Pulau Seulako dan Rubiah yang sering kali disapu arus kencang Arus Balee merupakan pelesetan dari arus palee, yang dalam bahasa Aceh berarti arus sialan, untuk menggambarkan arus yang saking kencangnya dapat membuat penyelam kehilangan kontrol dan harus mencengkram batu untuk menunggu arus berlalu.

Namun, karena arusnya keras, di sinilah hiu sering tampak mencari makan. Tempat ini juga sangat memanjakan mata karena adanya kawanan ratusan fusilier berwarna biru neon dank oral lunak dalam aneka warna.

Bate Tokong

Penyelam yang pernah menyelam di Weh biasanya memfavoritkan  Batee Tokong  atau yang berati batu tengah dalam bahasa setempat. Batu setinggi 20 meter di area slope sedalam maksimal 40 meter yang tertutup kipas gorgonian ini dijuluki sebagai kota moray eel karena beragam sepesies belut moray disini.

Bahkan satu lubang dapat di huni oleh dua atau tiga ekor sekaligus dari spesies yang berbeda. Banyak penyelam yang iseng-iseng menghitung jumlah belut moray di sini dan setidaknya ada selusin ekor satu tempat.

Shark Plateau

Bagian utara Batee Tokong di kedalaman 24-28 meter, sesuai namanya, merupakan tempat beberapa spesies hiu karang, seperti whitetip, blacktip dan hiu abu-abu berkeliaran mencari mangsa.

Itu semua masih di tambah kakap hitam, trevali raksasa, dan bara kuda yang juga berputar-putar di sini. Selain itu bila Anda melihat ke atas, kadang akan  terlebih kawanan devil ray berenang dalam formasi.

Seulako’s Drift

Hanya untuk penyelam berpengalaman, operator menjadwalkan perjalanan ke tempat ini ketika arus sedang kuat-kuatnya, agar penyelam dapat “terbang” (drift) di sepanjang dinding karang yang di hiasin kipas gorgonian aneka warna.

Masuk dari selatan Pulau Seulako dan terbang hingga ke utara pulau, kadang arus juga membawa penyelam hingga ke melewati Batee Tokong.

Batee Gla

Tempat ini berupa formasi batu-batu raksasa yang mencapai kedalaman 40 meter. Berenang melewati celah sempit diantara dua batu raksasa adalah pengalaman seru yang tak terlupakan.

Pada kedalaman 18 meter terdapat hamparan pasir yang di tinggali garden eel, jeni belut mungil yang berkoloni dengan tubuh yang terkubur di pasir dan hanya kepalanya saja yang menyembul di permukaan. Pasang mata baik-baik, karena bumphead parrotfish  sering terlihat di sini.

Pantai Aneuk Seuke

Disebut juga The Canyon oleh operator lokal. Jika arus mengarah ke utara, maka penyelam akan dimulai dari selatan bermula dari gua kedalaman 29 meter yang di tumbuhi kias gorgonian.

Di area yang berbentuk seperti lembah ini juga sering terlihat kawanan bara kuda, dan bila terus menyusuri dinding karang sehingga kedalaman 40-45 meter, maka sering kali terlihat hiu, eagle ray dan napoleon wrasee melintas.

Rubiah Sea Garden

Mulai dari kedalaman 10 meter hingga ke dasar pasir kedalaman 30 meter, area yang didominasi batu dan di penuhi koral keras beranting hijau ini merupakan tempat untuk menyelam melakukan check dive.

Selain belut moray jenis honeycomb, di kedalaman 13 meter juga dapat ditemui bubble anemone yang berwarna merah neon, selain nudibrach dan flat worm warna-warni.

Sabang Wreck

Di bawah air Pelabuhan Sabang, tepatnya di kedalaman 14 meter, terdapat bangkai kapal uap yang kini menjadi habitat ghost pipefish, crocodilefish, lobster, lionfish dan tentu saja nudibranch.

Karena dangkal, maka bangkai kapal ini dapat di salami oleh peyelam dengan semua level, mulai dari pemuda hingga yang sudah berpengalaman. Bila menyelam di Sabang Wreck, pemandu biasanya akan meminta para tamu yang menyisakan sekitar 70 bar udara di tabung.

Hal ini karena dari situ, para penyelam akan diajak menyelam kembali di sebuah situs gunung api bawah air di Pria Laot yang unik dan hanya berjarak 15 menit naik kapal dari Sabang Wreck.

Tempat ini dangkal (hanya 5-10 meter) dan berair hangat dengan gelembung udara dari celah bebatuan. Walau tak ada koral yang tumbuh di sini, tapi ikan masih sesekali muncul di sini..

Bangkai Kapal Sophie Rickmers

Kapal sepanjang 134 meter yang di bangun pada tahun 1920 di Jerman dan sengaja di tenggelamkan bersama seluruh awaknya pada bulan Mei 1940  ini kini teronggok di Teluk Pria Loat.

Berada dalam posisi vertical, raung kemudinya berada di kedalaman 37 meter, sedangkan deknya di kedalaman 45 meter dan bagian belakangnya di 55 meter, dan kini sudah dalam kondisi rata tertutup koral. Di sekitar bangkai kapal ini sering terlihat kerapu, belut moray dan trevali yang semuanya berukuran besar.

Karena merupakan penyelaman dalam, hanya penyelam yang berpengalaman yang di perbolehkan menyelam di sini.

Bermain Air Pantai di Sumur Tiga

Berbeda dengan Pantai Iboh, di Sumur Tiga pantainya berpasir putih dan memiliki garis pantai cukup panjang. Bila lapar, pengunjung dapat memesan makanan dari restoran Fred die’s (www.santai-sabang.com) yang terkenal  dengan pizzanya, sambil menumpang berenang di pantainya yang tenang.

Pantai Sumur Tiga terletak tak jauh dari Pelabuhan Balohan (kalau naik angkot dari pelbuhan cukup membayar Rp.25.000), sedangkan dari Sabang dapat menempuh jarak selama 30 menit.

Tugu Nol Kilometer

Tugu Nol Kilometer adalah sebuah bangunan setinggi 2,5 meter yang menjadi penanda titik paling barat wilayah Indonesia.

Berada di hutan Wisata Sabang atau sekita lima kilometer dari Pantai Iboh, tempat ini dapat di tempuh dalam waktu sekitar 40 menit berkendara dari kota Sabang, dengan moda transportasi termudah adalah menyewa sepeda motor yang per harinya hanya Rp.75.000-100.000.

Jejakan kasi di atas Titik Nol Kilometer yang terbuat dari semen berbentuk lingkaran berdiameter 50 sentimeter dan abadikan moment tersebut. Bila berkunjung kesini, setiap orang berhak akan sertifikat dari agen perjalanan resmi di Sabang sebagai bukti pernah berdiri di Titik Nol Kilometer Indonesia seharga Rp.20.000.

Saat terbaik mengunjungi monumen ini adalah menjelang matahari terbenam, ketika pemandangan senja disini menjadi sangat memukau.

Wisata Pulau Weh, Akomodasi dan Penginapan di Sabang
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
%d blogger menyukai ini: