Wisata

Delapan Alasan untuk Menyelam di Indonesia

#Sebagian besar wilayahnya berada di Coral Traingle

Benso.id – Dari total 6 juta kilometer persegi luar Coral Triangle, sebagian besar wilayahnya adalah perairan Indonesia. Coral Triangle adalah istilah geografis bagi pusat keragaman biota laut dunia yang terentang di Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomo dan Timur Leste.

Coral Triangle merupakan habitat bagi setidaknya 500 spesies koral, 3.000 spesies ikan dan enam dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia, sehingga di juluki hutan Amazon laut.

Perairan seluas 5,7 juta kilometer ini merupakan area konservasi yang penting, tak hanya karena perairan ini bernilai ekonomis 6 miliar dolar Amerika Serikat dari perikanan dan pariwisata, namun juga karena 120 juta jiwa bergabung kepada perairan di Segitiga Terumbu Karang ini.

# Lebih Bagus

Menyelam di Indonesia, terutama bagi yang sudah pernah menyelam di Kepulauan Komodo dan Raja Ampat akan membuat pengalaman menyelam di tempat-tempat lain bagai antiklimaks.

Mungkin situs-situs Negara lain memang lebih terjaga dan terkenal, tapi menyelam di Indonesia adalah paduan dari keragaman biota laut, jarak pandang yang jauh, pantai-pantai yang banyak diantaranya tidak tercantum di peta, dan seru nya betualangan ke tempat-tempat terpencil.

Ketika sedang berada di Hawai, seorang teman mendaftarkan diri untuk mengikuti dive trip dari dive center yang berlokasi di hotel penginapannya.

Manajer dive center menanyakan Negara asal si teman dan ketika dijawab dari Indonesia, ia berkomentar, “Oh, wow ! why do you want to dive here when back home is even more beautiful?”

Pembicaraan serupa juga berlangsung bila warna Indonesia menyelam di berbagai tempat di luar negeri yang telah lebih dulu dijuluki sebagai diving paradise atau diving mecca.

# Airnya Hangat

Sebagai penyelam, aspek persiapan menyelam paling tidak disukai adalah mengenakan wetsuit atau baju selam.

Terbuat dari bahan neoprene, bahkan weitsuit yang paling tipis (2,5-3 milimeter) tetap merepotkan ketika dipakai terlebih dalam keadaan kering , dan terbuat dari bahan yang tidak fleksibel, menjadikan persiapan menyelam lebih lama.

Memang di dalam air pakaian ini membuat tubuh tidak cepat kedinginan, berhubung panas tubuh manusia empat kali lebih mudah hilang dibandingkan di darat.

Namun karena rata-rata perairan Indonesia bersuhu 29 derajat Celcius, penyelam cukup mengenakan rashguard (jenis T-shirt tipis berlengan panjang atau pendek yang terbuat dari lycra) dan celana pendek untuk menyelam, karena itu juga bisa melindungi tubuh dari goresan karang dan paparan sinar Matahari.

Tidak saja rashguard lebih mudah dipakai dan menjadikan persiapan menyelam lebih singkat, ia juga memangkas berat koper secara signifikan. Bila bepergiaan dengan alat lengkap (BCD, regulator set, fins, masker dan wetsuit), berat koper rata-rata bisa mencapai 20 kilogram sendiri, diluar baju dan teoletries.

Jadi bila terbang dengan maskapai yang hanya memberikan jatah bagasi 15 kilogram, membayar kelebihan bagasi sudah menjadi rutinitas penyelam yang bepergian ke berbagai daerah terpencil.

#Value for Money

Harga menyelam di Indonesia sebanding dengan apa yang dibayarkan, dengaN kualitas layanan yang relativ lebih baik.

Menyelam di Dili, Timor Leste harganya mulai dari USD 40 (per dive) untuk dhare dive (masuk dari pantai, tanpa perlu kapal), dan bila harus ke situs menyelam, mobil yang digunakan untuk mengantar penyelam adalah sebuah van tua yang memerlukan banyak perbaikan.

Sedangkan di Indonesia harga boat dive rata-rata Rp.250.000 per dive, dengan mobil jemputan minimal van berpendingin  udara keluaran di bawah 10 tahun dan selesai menyelam, tersedia handuk dan air minum dengan cemilan untuk setiap penyelam.

Bila membayar untuk layanan menyelam bintang lima pun harga yang di tawarkan masih lebih murah dari pada paket yang serupa di luar negeri.

Operator menyelam di Dabirahe (Lembeh Hills Resort), Lembeh, Sulawesi Utara misalnya menyediakan paket menginap tiga malam mulai USD 555 nett, yang termasuk enam kali boat rive dengan pemandu , transfer dari bandara ( dua jam perjalanan) kemudian sarapan pagi dan snack plus minuman panas setiap habis menyelam.

Di Maldives, untuk paket yang sama , harga bisa mencapai dua kali lipat.

#Servis bagai Raja

Penyelam di Indonesia dimanjakan oleh para operator. Mereka tak perlu mengangkat tabung dan peralatan selam sendiri, dan bahkan alat scuba pun di pasangkan para kru.

Walau memang sebelum turun ke air penyelam wajib memeriksa ulang kelengkapan dan ketepatan pemasangan peralatan scuba, tapi rata-rata penyelam hanya diwajibkan memasang alat sendiri ketika sedang mengambil kursus menyelam.

Bahkan fins pun kadang dipasang di kaki, sehingga penyelam benar-benar hanya tinggal duduk manis.

#Belum Terkenal

Dibandingkan Maldives atau Laut Merah di Mesir, Indonesia memang belum terlalu dikenal sebagai destinasi menyelam kelas dunia, sehingga seramai-ramainya suatu tempat kecuali situs Libery Wreck di Tulamben pada siang hari setiap pertengahan tahun didalam air akan tetap terlihat lebih banyak biota laut ketimbang penyelam.

Operator selam yang baik akan mengusahakan para tamunya tidak pergi ke situs yang sama dengan operator lain dengan jam yang sama. Lagi pula, penting untuk membatasi jumlah penyelam di satu situs untuk meminimalisir dampak lingkungan.

#Letaknya Terpencil

Infrastruktur Indonesia sebagai Negara kepulauan yang belum merata ternyata merupakan blessing in disguise.

Sulitnya perjalanan menuju tempat-tempat menyelam di Indonesia membuat siapa pun pasti akan lebih bangga bila dapat manaklukkan dan menyelam di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, yang membutuhkan perjalanan tiga hari dari Jakarta, misalnya ketimbang menyelam di Maldives, dimana setiap tamu akan dijemput dari bandara Male dengan helicopter menuju resort atau tempat mereka menginap.

#Tidak habis-habis di Explore

Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau. Walau mengaku telah menyelam dari ujung barat hingga ujung timur Nusantara, dari tahun ke tahun, akan selalu muncul operator-operator baru yang menawarkan keistimewaan situs-situs baru.

Pernah mendengar Teluk Weda di Halmahera atau Cape Paperu di Ambon? Dua tahun lalu nama Misool belum banyak yang tahu, tapi sekarang mereka yang mengaku ingin menjelajah kaki di Raja Ampat sering kali menyebutkan Misool dan Wayag sebagai tempat yang wajib di kunjungi.

Hal ini juga berarti penyelam di Indonesia selalu memiliki opsi baru yang beragam.

Delapan Alasan untuk Menyelam di Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
%d blogger menyukai ini: